Kisah Datu Nuraya, Sang Pemilik Makam Terpanjang di Dunia yang Mencapai 60 Meter

Khansa Azzyati Qisthina, Jurnalis
Selasa 19 Desember 2023 11:00 WIB
Makam Datu Nuraya sepanjang 60 meter di Tapin, Kalimantan Selatan (Foto: Instagram/@usmat_hidayat)
Share :

KISAH Datu Nuraya mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Kemunculannya pun sangat misterius, ia pertama dan terakhir muncul di daerah Pantai Jati, Munggu Karikil, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Mengutip laman direktoripariwisata.id, nama Datu Nuraya adalah panggilan yang diberikan dari Datu Suban.

Nur diambil dari kata cahaya dan Raya diambil dari hari raya karena beliau datang bertepatan pada hari raya.

Konon, Datu Suban hanyalah guru miskin yang tinggal di Pantai Jati, Munggu Karikil, Kalimantan Selatan. Saking miskinnya Datu Suban dan istri hanya menyantap singkong setiap hari. Namun, ia memiliki ilmu tasawuf tingkat tinggi.

Saat hari raya tiba, Datu Suban kedatangan 13 muridnya, yakni, Datu Ungku, Datu Galuh Diang Bulan, Datu Niang Thalib, Datu Taming Karsa, Datu Murkat, Datu Ganun, Datu Argih, Datu Labai Duliman, Datu Harun, Datu Karipis, Datu Arsanaya, Datu Rangga, dan Datu Sanggul.

Sesaat menyantap hidangan, tiba-tiba ada seorang lelaki berbadan besar seperti raksasa datang. Kedatangan pria misterius itu membuat mereka terkejut sampai mengambil tombak dan parang sambil bersiap menjaga diri.

(Foto: Instagram/@usmat_hidayat)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata pria berperawakan raksasa mengucap salam sambil mendekat.

Wa‘alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh,” jawab para Datu yang hadir di tempat itu.

“Maaf, siapakah Saudara, dari mana asalmu, dan apa maksud kedatangan Saudara?” tanya Datu Suban.

Namun, pria misterius itu hanya menjawab 'Laa ilaaha Illallah'. Sampai tujuh kali ia mengulang kalimat itu. Setelah mengucapkan yang ketujuh kali tak disangka pria itu jatuh hingga terbujur kaku.

Para Datu pun memeriksa keadaannya, ternyata lelaki misterius itu sudah wafat. Bersamaan dengan itu mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun,”

Melihat tubuhnya yang besar, para Datu kebingungan bagaimana cara memandikan dan menguburkannya. Terlebih saat itu terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan tanah menjadi keras dan memerlukan air yang banyak.

Sebelum mereka mandikan mayat itu, Datu Suban menemukan kitab yang berisi ilmu bermanfaat di dunia dan akhirat. Kitab itu kemudian dikenal dengan nama Kitab Barencong.

Mendadak hujan deras mengguyur, mereka berusaha mengangkat lelaki itu. Namun, tubuhnya ringan seperti kapas. "Subhanallah," ucap mereka serempak.

Datu Suban kemudian membagi tugas ke para muridnya, ada yang menggali kubur, ada yang mencari batu nisan, dan ada yang memandikan jenazah.

(Foto: Instagram/@datu_balambika)

Konon, liang lahat untuk sosok misterius bertubuh besar itu tidak cukup untuk memakamkan jenazah.

Maka, kakinya terpaksa dilipat sehingga tubuhnya membentuk huruf hamzah dengan panjang sekira 60 meter. Seandainya kakinya tidak dilipat, panjang makam Datu Nuraya mungkin bisa mencapai 100 meter.

Kuburan Datu Nuraya kini berada di dalam sebuah bangunan agar tidak kehujanan dan diberi kain kuning sebagai penanda sekaligus memudahkan warga untuk berziarah.

Acara haul Datu Nuraya diperingati setiap tanggal 15 Dzulhijjah. Biasanya tak sedikit peziarah yang datang ke sana, terlebih saat menjelang bulan suci Ramadhan.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya