TOL CIPALI atau Cikopo-Palimanan di Jawa Barat dijuluki sebagai tol paling mematikan di dunia karena sangat sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Teranyar, Bus Handoyo yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta terguling di KM 74 dan menewaskan 12 orang.
Bus yang membawa 20 penumpang hilang kendali lalu menabrak pembatas jalan dan terguling pada Jumat 15 Desember 2023 sekitar pukul 15.40 WIB. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali.
Cipali memang diakui salah tol dengan tingkat fatalitas atau kematian tertinggi di dunia. Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa setidaknya setiap kilometer di Tol Cipali ada satu korban jiwa.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ofyar Z Tamim menyebut faktor seringnya terjadi kecelakaan di Tol Cipali ada tiga; kesalahan desain, kendaraan, dan kondisi pengemudi.
BACA JUGA:
Namun, masyarakat ada yang mengaitkan bahwa kecelakaan yang kerap terjadi di Tol Cipali karena dipicu hal mistis.
Tol sepanjang 116,75 kilometer melintasi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon. Tol ini sudah digagas sejak era Presiden Soeharto tapi baru kelar dibangun di masa Presiden Jokowi.
Tol Cipali (Okezone.com)
Tol Cipali menyimpan cerita mistis yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Salah satunya tetang keberataan batu bleneng di pinggiran tol antara KM 182-183 atau tepatnya di ujung bukit Salam, Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.
Konon batu bleneng disebut-sebut dijaga oleh raja jin yang sering mengganggu pengendara.
Batu tersebut masih utuh. Saat pembangunan Tol Cipali berlangsung, batu tersebut tidak dipindahkan atau dihancurkan. Sehingga kontur jalan menjadi sedikit berbelok demi menghindari batu tersebut.
BACA JUGA:
Batu Bleneng sendiri diketahui berasal dari kata embel (lumpur) dan meneng (diam). Disebut demikian karena di zaman dahulu tempat tersebut merupakan sebuah gunung berapi yang hampir meletus.
Di mana terdapat dua lubang besar dan masing-masing akan memuntahkan lahar panas. Akhirnya, salah satu lubang mengeluarkan lumpur atau embel dalam bahasa Cirebon.
Lumpur tersebut keluar tanpa henti hingga akhirnya kawasan sekitar dipenuhi dengan lumpur. Konon ada orang sakti mandraguna pernah menutup lubang lumpur dengan batu besar.