MENGINJAK usia enam bulan, bayi biasanya akan mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Nah, pemberian MPASI ini berperan penting untuk membantu bayi tumbuh kembang dengan optimal.
Fase ini juga membantu Si Kecil belajar mengenali tekstur makanan, belajar makan sendiri, serta mengeksplorasi indera pengecap, peraba, dan penglihatan. Nah, di era yang serba maju membuat segalanya jauh jadi lebih praktis. Termasuk dalam hal membuat MPASI.
Para ibu kini tak lagi harus repot-repot membuat MPASI rumahan. Pasalnya, kini sudah ada MPASI instan yang difortifikasi yang kadar gizi dan nutrisinya tidak kalah terjamin. Umumnya, MPASI fortifikasi atau lebih dikenal dengan istilah MPASI instan memiliki standarisasi sesuai ketentuan lembaga kesehatan.
Berdasarkan panduan yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan yang difortifikasi perlu memenuhi acuan standar baku. Indonesia sendiri menjadi target untuk kelompok fortifikasi makanan pada bayi (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Selain itu, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga melakukan pemeriksaan untuk makanan pendamping ASI instan yang boleh diedarkan ke masyarakat. Sehingga dari segi kelayakan, MPASI fortifikasi relatif aman untuk dikonsumsi bayi enam bulan ke atas.
Melansir dari WHO, fortifikasi makanan adalah tindakan penambahan kandungan mikronutrien penting yakni vitamin dan mineral dalam makanan untuk memperbaiki kualitas nutrisi suplai makanan dan untuk memberi manfaat kesehatan umum yang berisiko kecil terhadap kematian.
“Nah kalau fortifikasi sendiri, bahwa disitu harus ada isi makro, yaitu harus ada karbohidratnya, proteinnya berapa kalori, lemaknya, kemudian vitamin dan mineral tentunya,” katanya.