Sehingga, jika dihubungkan dengan penduduk Uwentira sebenarnya tidak ada hubungan spesifik sama sekali.
Namun kata Burhan, karena status dan dimensinya sama-sama berada di alam gaib, maka penduduk kedua kota berbeda pulau itu bisa saja saling mengunjungi satu sama lain.
"Wilayah Saranjana itu hanya di Kalimantan Selatan, hanya sebatas di Kabupaten Kotabaru saja. Meski banyak alam gaib serupa seperti di Jawa, Bali, Sulawesi ataupun belahan dunia lain," terangnya.
"Jadi, Saranjana di Kalimantan Selatan ini sama saja dengan kita berdampingan dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur. Tetap punya wilayah masing-masing, tapi masih dalam koridor alam gaib yang sama," tambah Burhan.
Burhan lantas mengutip pendapat salah seorang dai muda yang juga pakar ruqyah, yakni Ustadz Muhammad Faizar yang menyebutkan bahwa alam gaib, khususnya alam jin, juga memiliki fasilitas atau kehidupan yang serupa dengan manusia.
(Foto: Instagram/@gubuk_jackgeroll)
“Mulai dari memiliki fasilitas yang sama dengan manusia bahkan kehidupannya juga sama atau jin yang pernah kita lihat misalnya seperti pocong seperti genderuwo atau kuntilanak itu adalah replika saja bentuk mereka. Bentuk jin itu tidak seperti itu tapi mungkin bisa kalian langsung tanyakan ke Ustadz Faizar sendiri tentang alam jin ini,” tuturnya.
Demikian pula lanjut Burhan, alam gaib juga dipetakan memiliki 'koridor' atau wilayah khususnya, di mana setiap wilayah alam gaib memiliki pemerintahan atau struktur yang serupa dengan alam gaib lainnya.
Analogi ini menjelaskan bahwa di balik keragaman alam gaib, ada struktur atau kerajaan yang mendukung kehidupan, interaksi, dan bahkan kerja sama bisnis antar-wilayah alam gaib.
"Hubungannya (Saranjana dan Uwentira) hanya sebatas sama-sama berada di alam gaib," katanya memungkasi.
(Rizka Diputra)