Situasi semakin memburuk saat musim hujan dari November hingga April, di mana gelombang besar sampah plastik terdampar di pantai.
Fenomena ini sering disebut oleh penduduk setempat sebagai "tsunami sampah".
Pantai Kuta
Pantai Kuta salah satu lokasi yang terkena dampak paling parah dari tsunami sampah tahun ini. Setiap hari, ribuan wisatawan memadati Pantai Kuta, berenang di antara botol-botol plastik, pecahan kaca, dan tumpukan tas belanjaan yang ditinggalkan, sementara anak-anak bermain di istana pasir yang dikelilingi oleh sampah.
"Setiap tahun di musim hujan, pasir dipenuhi berbagai jenis sampah. Ini merugikan bisnis kami, karena wisatawan datang untuk menikmati keindahan pantai yang mereka dengar, namun yang mereka temukan sangat berbeda," kata seorang pedagang lokal yang mengelola bar pantai serta menyewakan kursi berjemur di tepi pantai Kuta.