Lima isu tersebut yakni Climate Crisis dan Dekarbonasi (Green) dengan 4 pilar keberlanjutan. Kemudian Archipelago and Island Tourism Development (Blue); New Trends: Digital, Regenerative, Niche Tourism, Event Tourism, Health & Medical, Marine, Eco Heritage Regeneration; Sumber Daya Manusia; serta Hak Kekayaan Intelektual.
“Sehingga sebagai tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2020-2024, RKP 2024 diharapkan dapat dijadikan panduan yang komprehensif dalam menjalankan program pembangunan demi mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Sesmenparekraf Ni Wayan Giri.
Hari pertama Rakornas Parekraf 2023 akan fokus pada pembahasan strategi dan arah kebijakan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif menuju Indonesia Maju melalui keberlanjutan pengelolaan dan tata kelola, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan. Dilanjutkan Insight/Inspirational Session dari para stakeholders yang akan memberikan paparan terkait perspektif model pengelolaan dan tata kelola berkelanjutan dan keberlanjutan ekonomi serta perspektif keberlanjutan dan konservasi.
BACA JUGA:
Sedangkan pada hari kedua, kegiatan rakornas akan fokus pada resiliensi dan sinergi program pariwisata dan ekonomi kreatif lintas daerah, integrasi dan pendekatan strategis program aksi serta akan ditutup dengan kesimpulan dan rumusan.
“Harapannya dengan pelaksanaan Rakornas Parekraf Tahun 2023, menghasilkan sebuah Rencana KolaborAksi (RKA) sebagai bentuk nyata dari komitmen dan kesepakatan yang akan ditindaklanjuti pada tahun 2023 melalui implementasi kegiatan prioritas di masing-masing kementerian/lembaga terkait serta akan dipantau dan dievaluasi secara terpadu,” kata Sesmenparekraf Ni Wayan Giri.