Zara Meminta Maaf atas Iklan yang Diduga Dukung Genosida

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 18:35 WIB
Iklan Zara yang dihapus karena dukung Genosida di Palestina (Foto: Dok Zara)
Share :

Brand fashion internasional, Zara, akhirnya buka suara usai kampanye terbarunya yang diduga pro genosida dan menjual kesengsaraan warga Palestina mendapat kecaman. Imbasnya, muncul boikot produk Zara di seluruh dunia.

Lewat akun Instagram pribadinya, pihak Zara mengklarifikasi hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa foto-foto tersebut diambil di studio patung pada bulan Juli dan baru menjalani sesi pemotreran pada September.

“Kampanye yang dibuat pada bulan Juli dan di foto pada bulan September, menghadirkan seri gambar patung yang belum selesai di studio pematung, dan dibuat dengan tujuan sendiri untuk menampilkan pakaian kerajinan dalam konteks seni,” ungkap Zara, Selasa (12/12/2023).

Zara menjelaskan, pihaknya tak menyangka bahwa kampanye ini akan membuat masyatakat tersinggung dan mengaitkannya dengan aksi genosida.

Zara pun mengaku menyesal dan mengatakan pihaknya tak ada maksud untuk menyinggung kepedihan yang tengah dirasakan warga Palestina imbas serangan Israel.

 

“Sayangnya, beberapa pelanggan merasa tersinggung dengan gambar ini, yang sekarang telah dihapus,” ungkap mereka.

“Zara meminta maaf atas kesalahapahaman tersebut dan kami menegaskan kembali rasa hormat yang mendalam terhadap semua orang,” tambahnya.

Klarifikasi pihak Zara terkait dugaan genosida dalam kampanye mereka pun mengundang komentar para netizen. Lebih dari 38.000 akun membanjiri postingan tersebut.

Alih-alih mendapat dukungan, Zara justru samakin ramai dihujat para warganet. Banyak netizen terlanjur kecewa hingga mengungkap tak percaya dengan klarifikasi tersebut.

“Boikot Zara selamanya,” kata akun @ro*****.

“Sudah terlambat, tak ada lagi Zara,” sambung @ma*******.

“Tak ada lagi Zara untukku,” tambah akun @hi*******.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya