Aturan yang lebih ketat berlaku saat matahari terbenam, di mana pihak Saranjana biasanya enggan berinteraksi dengan manusia.
Pengunjung yang datang diimbau menghormati aturan yang berlaku di Saranjana untuk memastikan kunjungan mereka berjalan lancar tanpa menemui masalah.
Tamu juga dilarang membawa makanan tertentu, seperti nasi kuning dan nasi ketan ke Gunung Saranjana. Aturan ini ditegaskan sebagai ketentuan yang sangat tidak diizinkan oleh pihak Saranjana bagi pengunjung yang berada di sana.
"Selain itu, pihak Saranjana juga sangat melarang pengunjung memakai pakaian berwarna kuning. Jika itu dilanggar pengunjung akan merasakan sesuatu apakah itu akan muntah, kerasukan dan beberapa hal yang di luar dugaan, di luar dari prediksi kalian," tegas Putri Sadersih.
Penampakan gedung pencakar langit diduga Kota Saranjana (Foto: X/@GustiGina)
Ia bercerita bahwa pernah ada beberapa orang pengunjung nekat melanggar aturan itu dan sepulang dari Saranjana, kondisi tubuhnya mendadak lemas.
"Intinya adalah taati saja peraturan yang sudah saya katakan. Selama kalian ikuti, kalian akan baik-baik saja, selama berada di Gunung saranjana, dan ketika dilanggar maka saya pun tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi di sana," imbuh salah satu permaisuri Kerajaan Saranjana ini.
Ia menambahkan, ada kemungkinan jika pengunjung datang dengan niat buruk maka yang bersangkutan akan diikuti oleh bangsa gaib itu hingga pulang ke rumah mereka. Hal tersebut tidak lain lantaran niat awal mereka yang tidak baik, seperti ingin mendapatkan sesuatu (pesugihan), maupun maksud negatif lainnya.
(Rizka Diputra)