Waspada, Ingin Cantik Malah Berakhir Tragis

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Rabu 29 November 2023 15:34 WIB
Catatan Redaksi Okezone (Foto: dok)
Share :

Tampil cantik dan sempurna, menjadi dambaan setiap wanita. Berbagai cara pun dilakukan untuk mencapai tahap sempurna.

Tidak hanya waktu dan tenaga, uang pun perlu dipersiapkan. Namun jangan sampai proses menjadi cantik tidak sesuai prosedur, sehingga berakibat fatal membuat nyawa melayang.

Salah satu treatment kecantikan, yakni menggunakan sedot lemak atau liposuction. Istilah umumnya, prosedur bedah untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan.

Insiden seorang selebgram yang meninggal dunia saat operasi sedot lemak pun menjadi perbincangan. Iya Nanie Darham sekaligus seorang artis meninggal dunia pada Sabtu 25 November 2023.

Pemain film Air Terjun Pengantin itu meninggal saat menjalani sedok lemak di sebuah klinik kecantikan, kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Keluarga Nanie yang tidak terima dengan kabar meninggalnya wanita kelahiran 26 April 1986 itu, langsung melaporkan klinik kecantikan tersebut ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi mengatakan, sebelum tindakan operasi, Nanie telah menjalani serangkaian pemeriksaan. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi Nanie sebelum melakukan proses operasi sedot lemak.

"Dalam proses pelaksanaan operasi, terjadi informasi bahwa kondisi korban tidak stabil. Sehingga pada saat itu, klinik kemudian menghubungi ambulans untuk membawa korban menuju rumah sakit di daerah Barito," tutur Henrikus.

Sayang saat berada di IGD rumah sakit, Nanie dinyatakan meninggal dunia. Polisi saat ini masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dokter yang menjalani operasi tersebut.

Bagaimana Sejarah Operasi Bedah?

Dikutip dari Cleveland Clinic Journal of Medicine, sedot lemak pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter asal Prancis bernama Charles Dujarier pada 1921. Dia memperkenalkan konsep pembentukan tubuh dan penghilangan lemak.

Saat itu, dia mengoperasi lutut dan betis seorang penari. Sayang, setelah prosedur yang dilakukan oleh Dujarier terbilang belum efektif dan sang penari tersebut harus kehilangan kakinya beberapa dekade berikutnya.

Kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran pun terus berkembang, hingga pada 1975 seorang dokter bernama Arpad dan Fischer memperkenalkan operasi sedot lemak modern dengan teknik penggunaan kanula berongga tumpul dan kuretase hisap untuk sedot lemak pada paha bagian luar, namun pasien akhirnya mengalami kelainan bentuk limfore.

Hingga pada 1977, Illouz berhasil mengembangkan “teknik basah” di mana injeksi larutan garam hipotonik dan hialuronidase ke dalam jaringan adiposa sebelum sedot lemak mengurangi risiko perdarahan.

Jenis hidrodiseksi ini, serupa dengan yang digunakan saat ini. Teknik ini mempertahankan ikatan neurovaskular dan memperbesar lapisan adiposa dalam untuk memudahkan aspirasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya