BANYAK cara kerap kali dilakukan oleh seorang wanita demi mempercantik diri dalam rangka meningkatkan kepercayaan dirinya. Krysta Carson pun demikian, sehingga dirinya mencoba untuk melakukan filler agar terlihat awet muda. Nahas, filler itu ternyata menjelma menjadi mimpi buruk yang tak pernah dibayangkannya lantaran justru merusak bagian wajahnya.
Dilansir dari New York Post, kisah penderitaan warga Seattle ini lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Seperti banyak orang yang mendekati usia paruh baya, Carson menjadi tidak puas dengan penampilannya.
Dia mengeluh lantaran banyak orang mengira bahwa dia adalah ibu dari suaminya mengingat usia sang suami yang 10 tahun lebih muda darinya. Meskipun telah menerima suntikan Botox selama 20 tahun hingga saat itu, tetap saja tak mengubah pandangan orang lain terhadapnya.
BACA JUGA:
“Suami saya 10 tahun lebih muda dari saya dan setelah dia bergabung dengan saya di sini [di Seattle], dalam waktu sekitar dua minggu saya disangka ibunya sebanyak tiga kali,” ujar Carson mengawali kisahnya.
Mulai merasa tidak percaya diri, Carson pun mulai berpikir untuk melakukan perubahan pada tubuhnya.
"Saya tidak tahu apakah itu leher atau pipi saya atau apa yang menyebabkan perbedaan usia kami, tapi saya perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini," sambungnya.
Carson memutuskan untuk menjalani perawatan filler pada tahun 2015 dari seorang ahli bedah yang tidak disebutkan namanya. Tak ada kecurigaan apapun atas tindakan itu. Entah mengapa, Carson begitu mempercayai ahli bedsh tersebut.
BACA JUGA:
"Saya merasa benar-benar aman dan berada di tangan yang tepat, jadi saya menandatangani formulir persetujuan, yang berisi beberapa peringatan tentang memar dan bengkak serta risiko infeksi. Saya sama sekali tidak melihat hal lain yang membuat saya khawatir.”
Semuanya berjalan baik hingga 12 Oktober 2020, ketika dia menerima suntikan yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Carson telah menjadwalkan suntikannya hari itu sehingga dia bisa tampil terbaik di pertunjukan pernikahan mendatang. Namun, ketika Carson kembali ke rumah pada hari itu juga, dia mulai mengalami sejumlah gejala aneh, termasuk mati rasa, kesemutan, dan bahkan kata-kata yang tidak jelas.
Khawatir dengan gejala yang muncul secara tiba-tiba, yang semakin memburuk, Carson menelepon kantor dokter bedah keesokan paginya. Dokter itu menyuruhnya untuk segera datang, setelah itu dia menjelaskan bahwa pembuluh darah Carson terbentur, dan kondisinya memang akan terlihat memburuk sebelum akhirnya membaik.
Bahkan, dia mengatakan Carson mungkin akan baik-baik saja dalam waktu enam bulan, dan memberinya salep untuk mengobati tempat suntikan.
Diagnosis yang diberikan oleh dokter tersebut dengan cepat terbukti tidak benar. Ketika menerapkan pengobatan yang dianjurkan, tiba-tiba bagian bawah lubang hidungnya terlepas dari bibir atasnya. Hal itu terjadi pada 31 Oktober 2020. Tentu Carson langsung shock.
"Seluruh lubang hidung kiri saya terlepas dan tergantung di sana oleh sepotong kecil daging. Saya kaget dan ketakutan. Seluruh saluran hidung kiri saya dan bagian dalam mulut saya juga terlihat seperti itu dan terasa seperti terbakar.
Hidung Carso menghitam dan setengah membusuk seperti penyakit kulit. Ternyata, kegagalan infus filler telah menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, di mana cairan yang disuntikkan memotong oksigen dan nutrisi ke kulit. Meskipun secara umum kasusnya ringan, kasus Carson telah berkembang pesat hingga dia mengalami nekrosis (kematian jaringan).