Dokter Riris menuturkan di Srilanka Wolbachia baru dilepas di wilayah dengan luas 20 km persegi, yang mana luasan tersebut tentunya tidak sebanding dengan kejadian DBD di seluruh Srilanka. Sedangkan berbeda lagi dengan Singapura, Singapura menggunakan strategi pelepasan yang berbeda dengan Yogyakarta, yaitu dengan melepas nyamuk jantan berwolbachia.
“Strategi ini bertujuan untuk menurunkan populasi nyamuk karena jika jantan berwolbachia kawin dengan betina tanpa Wolbachia, maka telur-telur yang dihasilkan tidak menetas,” ucap dr Riris.
Untuk itu, strategi ini tidak memanfaatkan kemampuan Wolbachia dalam memblok virus dengue. Karena hanya nyamuk betina lah yang menularkan virus dengue penyebab DBD.
(Leonardus Selwyn)