“Ini gunanya mengetahui perkembangan dari penyebaran nyamuk ber-Wolbachia,” sambungnya.
Saat ini Kemenkes juga mengeluarkan Buku Pedoman Penanggulangan Dengue dengan menggunakan metode nyamuk ber-Wolbachia di lima kota, untuk memastikan implementasi Wolbachia berjalan lancar, sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Yogyakarta.
Informasi lebih lanjut, Peneliti Bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Prof Dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD atau kerap di sapa dengan Prof Uut mengatakan keberhasilan penyebaran dengue di Yogyakarta ini sudah berjalan efektif sejak 2016. Bahkan dapat dikatakan jumlah ini merupakan yang terendah selama 30 tahun terakhir.
“Terbukti, daerah yang disebar nyamuk ber-Wolbachia mampu menurunkan angka kejadian demam berdarah hingga 77 Persen dan angka perawatan rumah sakit juga turun hingga 86 Persen,” ucap Prof Uut.