Hal senada disampaikan Atef al-Kahlot, direktur Rumah Sakit Indonesia, mengatakan fasilitasnya hanya beroperasi dengan kapasitas antara 30-40 persen dan dia meminta dunia untuk membantu.
“Kami menyerukan kepada orang-orang terhormat di dunia, jika ada di antara mereka yang masih tersisa, untuk memberikan tekanan pada pasukan pendudukan untuk memasok Rumah Sakit Indonesia dan rumah sakit lainnya di Jalur Gaza,” tambah Abu Salmiya.
Meski begitu relawan Fikri Rofiul Haq tetap bersyukur karena sampai saat ini semua dalam keadaan sehat dan selamat, meskipun tidak ada jaminan keselamatan hidup di sekitar ini
“Tidak ada jaminan keselamatan kami. Hal ini membuat saya merasakan ketakutan yang luar biasa, namun berkat kasih dan karunia Tuhan, kami terlindungi.” pungkas Fikri Rofiul Haq.*
(Hafid Fuad)