Tradisi tersebut adalah kawin sedarah atau incest. Perkawinan tersebut dilakukan oleh ibu dan anak, bapak dan anak, bahkan saudara sekandung. Beberapa sumber mengatakan hal tersebut dilakukan agar generasi Suku Polahi tidak punah.
Padahal, secara medis perkawinan yang dilakukan dengan orang sedarah akan menghasilkan anak-anak yang cacat. Namun, menariknya anak-anak yang lahir dari perkawinan sedarah Suku Polahi lahir dengan normal tanpa adanya cacat fisik.
Namun, hal tersebut rupanya masih dalam pengkajian para peneliti. Mungkin saja hal tersebut terjadi karena adanya ritual tertentu atau mereka mengonsumsi tumbuhan tertentu.
Tak hanya itu saja, para peneliti juga masih belum melakukan penelitian mendalam untuk membuktikan kebenaran tradisi kawin sedarah di antara Suku Polahi.
(Rizka Diputra)