Ke-10 lokasi tersebut adalah Yogyakarta dan Jambi pada 24 November, Lombok 25 November, Padang dan Makassar 26 November, Jayapura 27 November, Ambon 28 November, Jakarta dan Pontianak 29 November, dan Bandung 30 November.
"Melalui Festival Film Bulanan yang telah 2 tahun dilaksanakan diharapkan terwujud inklusivitas ekonomi kreatif karena ini dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan 10 lokasi yang berbeda," kata Amin.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
Sementara itu, Rifqi Asha Prawira dari komunitas film Hura Haru Film yang karya film pendeknya berhasil lolos kurasi di ajang Festival Film Bulanan 2023 mengaku bangga dengan kepedulian dan perhatian banyak pihak terhadap insan perfilman Indonesia.
"Saya merasa senang, bangga, dan sangat mengapresiasi Kemenparekraf yang memperhatikan subsektor film. Adanya (Festival Film Bulanan) ini jadi wadah apresiasi untuk filmmaker dan berbagai khalayak untuk lebih baik lagi," kata pria yang kerap disapa Asha.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.
(Rizka Diputra)