3 Hal Penting Terkait Inovasi Nyamuk Wolbachia yang Wajib Diketahui

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 17 November 2023 06:15 WIB
Nyamuk Wolbachia. (Foto: Freepik.com)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) belum lama ini mencoba inovasi tebar telur nyamuk Wolbachia untuk memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah Indonesia.

Wolbachia dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh aedes aegypti sehingga tidak akan menularkan ke dalam tubuh manusia. Dilakukan dengan cara perkawinan antara nyamuk aedes aegypti jantan berwolbachia dengan aedes aegypti betina, maka menghasilkan virus dengue pada nyamuk betina terblokir.

Sedangkan pada nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia, maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.

Lantas apakah inovasi nyamuk berwolbachia ini efektif dilakukan? Terkait hal tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama menyampaikan tiga informasi penting terkait nyamuk Wolbachia.

1. Pada 21 September 2023 Channel News Asia (CNA) Singapura membuat berita yang menyebutkan bahwa Badan Lingkungan Hidup (National Environmental Agency – NEA) Singapura mengklaim daerah dengan banyak sekali nyamuk maka nyamuk wolbachia tidak akan dapat berkompertisi dan akan menjadi berlebihan bebannya.

Disebutkan juga bahwa sesudah dimulainya proyek Wolbachia pada 2016 maka kasus dengue belum nampak jelas menurun di Singapura. Pada 2022 masih dilaporkan 32.173 kasus demam dengue, ke dua tertinggi sesudah 2020 dengan 35.266 kasus.

Pada awal September 2023, NEA Singapura memberi peringatan bahwa negara itu mungkin akan mengalami kenaikan kasus lagi. Laporan mingguannya menunjukkan beberapa ratus kasus, dengan lebih dari 50 klaster aktif yang terjadi.

Di sisi lain, di beberapa daerah penelitian Wolbachia seperti Tampines, Yishun dan Choa Chu Kang, populasi nyamuk Aedes aegypti turun sampai 98 persen dan kasus dengue sampai 88 persen, sesuai penjelasan dari anggota Parlemen Baey Yam Ken.

2. Berdasarkan keterangan WHO pada 31 Agustus 2022 menyebutkan tentang proses konsultasi publik untuk kemungkinan pembentukan 'Target Product Profiles (TPPs)' dari populasi Aedes aegypti dengan wolbachia ini dalam kaitan dengan intervensi penggantiannya.

Sementara itu, pada Juni 2020 WHO menyampaikan bahwa Wolbachia memang berhasil dimasukkan ke nyamuk dan berhasil menurunkan kemungkinan penularan berbagai penyakit virus, termasuk dengue, Zika, chikungunya dan demam kuning.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya