Menurutnya, hal yang unik dalam pameran tersebut ialah adanya kesamaan dalam budaya Tiongkok dan Indonesia, yang menjadikan persamaan itu harus berhubungan erat tertutama untuk terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Untuk itu, dirinya berharap ke depan dapat melakukan koordinasi lintas kementerian agar bisa dilakukan kolaborasi lebih optimal guna memasarkan lebih banyak lagi produk pariwisata dan ekonomi kreatif ke negeri Tirai Bambu.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
“Dan bulan ini walau sudah mencapai target tetapi masih belum optimal produk-produk wisata kita di Tiongkok dan tentu saja unik, serta memiliki banyak fungsi,” katanya memungkasi.
Sekadar informasi, pameran imersif ini secara komprehensif memamerkan prestasi budaya dan sejarah Zhejiang yang luar biasa, makmur, dan berusia lebih dari ribuan tahun melalui sebuah pameran budaya yang memesona serta berbagai pertunjukan seni yang memikat. Hadir selama lima hari, mulai dari tanggal 15-19 November 2023 pameran ini siap menyambut pengunjung.
(Rizka Diputra)