“Cincin Bes mungkin mengisyaratkan bahwa teratoma itu bergejala, karena kemungkinan benda ‘medis-magis’ diletakkan di tangan kiri wanita itu, yang dilipat di pangkuannya di atas teratoma,” kata Gretchen Dabbs, ahli bioarkeologi di Southern Illinois University, Carbondale.
“Hal ini mungkin berarti wanita tersebut berusaha meminta Bes untuk melindunginya dari rasa sakit atau gejala lain, atau membantu upayanya untuk hamil dan melahirkan anak. Pada usia 18-21 tahun orang mungkin sudah menjadi istri seseorang,” timpalnya.
Pada 30 Oktober 2023, Gretchen Dabbs, ahli bioarkeologi di Southern Illinois University Carbondale dan rekannya mempublikasikan penemuan tumor ini dalam International Journal of Paleopathology. Penemuan tumor khusus ini penting karena memberikan informasi baru tentang kesehatan masyarakat Mesir kuno.
(Rizka Diputra)