Tumor Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di Pemakaman Kuno, Arkeolog Ungkap Fakta Mengejutkan

Rahel Pebrini Panjaitan, Jurnalis
Sabtu 11 November 2023 07:01 WIB
Tumor ovarium yang ditemukan pada mumi wanita berusia 3.000 tahun (Foto: Amarna Project)
Share :

ARKEOLOG menemukan tumor langka berupa massa tulang dengan dua gigi saat menggali kuburan Mesir kuno.

Melansir The Sun, tumor tersebut ditemukan di panggul seorang wanita Mesir Kuno yang dimakamkan di Makam 3 Pemakaman Gurun Utara di Amarna, mesir.

Wanita tersebut diyakini berusia antara 18-21 tahun yang hidup sekitar 3.000 tahun silam! Penemuan tumor pada mumi Mesir kuno ini merupakan pertama kalinya.

Tumor yang ditemukan pada mumi perempuan tersebut adalah teratoma, merupakan contoh tumor tertua yang diketahui. Teratoma merupakan jenis tumor langka yang biasanya terjadi di ovarium dan testis.

(Foto: Amarna Project)

Melansir Live Science, Teratoma bisa jinak atau ganas, dan biasanya terdiri dari berbagai jaringan seperti otot, rambut, gigi, dan tulang. Teratoma dapat menyebabkan nyeri dan bengkak. Jika pecah maka akan timbul infeksi.

Selama penggalian, para arkeolog melihat sesuatu tak lazim pada panggul wanita itu. Terdapat sebuah massa tulang seukuran buah anggur besar dengan dua cekungan berisi gigi yang cacat.

Peneliti menyebutkan, wanita tersebut dibungkus dengan tikar serat tumbuhan dengan cincin emas bergambar Dewa Bes di tangan kirinya.

“Cincin Bes mungkin mengisyaratkan bahwa teratoma itu bergejala, karena kemungkinan benda ‘medis-magis’ diletakkan di tangan kiri wanita itu, yang dilipat di pangkuannya di atas teratoma,” kata Gretchen Dabbs, ahli bioarkeologi di Southern Illinois University, Carbondale.

“Hal ini mungkin berarti wanita tersebut berusaha meminta Bes untuk melindunginya dari rasa sakit atau gejala lain, atau membantu upayanya untuk hamil dan melahirkan anak. Pada usia 18-21 tahun orang mungkin sudah menjadi istri seseorang,” timpalnya.

Pada 30 Oktober 2023, Gretchen Dabbs, ahli bioarkeologi di Southern Illinois University Carbondale dan rekannya mempublikasikan penemuan tumor ini dalam International Journal of Paleopathology. Penemuan tumor khusus ini penting karena memberikan informasi baru tentang kesehatan masyarakat Mesir kuno.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya