Ia mengaku saat awal-awal sampai di rumah sakit Al-Shifa, dia mendengar suara drone dan manuver pesawat tempur setiap malam yang membuatnya merasa takut.
"Awalnya mengerikan tapi 3-4 hari kok lama-lama menikmati, jadi penghantar tidur," terangnya.
Namun hal yang bikin dr Sarbini kagum adalah dengan adanya serangan tak henti dari Israel, masyarakat Gaza masih terlihat sangat tenang.
"Mereka lebih tenang menghadapi itu, mungkin karena mereka sudah terbiasa dari zaman dahulu jadi genetiknya sudah biasa dan terbawa sampai sekarang," ucapnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)