Dari seorang penyiar radio, tepatnya ketika lulus sekolah, Rizal pergi ke Tangerang untuk tinggal bersama sang kakak. Dia berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik.
Apapun dia lakukan, mulai dari menjadi waiters, customer service, penjaga kasir, guru les semua itu Rizal jalani dengan ikhlas dan penuh semangat.
“Kemudian awal karierku terbuka ke dunia entertainer itu pada saat tetangga kakakku dia guru di salah satu sekolah, ada formulir untuk ikut Duta Wisata Kang Nong. Aku ikut karantina segala macam, memang karakter Rizal yang ingin mencari tahu terus jadi yang gak tahu jadi cari-cari terus,” ucapnya.
Akhirnya Rizal yang memenangkan juara tiga saat itu dengan rasa bangga sambil membawa piala pun diarak oleh warga sekitar karena ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakannya.
Mulai dari situlah Rizal langsung kebanjiran job. Tak puas diri, dia sempat mengikuti ajang lainnya seperti mojang jajaka, lomba acting, dan lain-lain, hingga setiap perlombaan apapun yang merasa dapat membangkitkan semangat serta skillnya Rizal selalu ikuti dengan kemauannya sendiri.
“Ternyata proses perjalanan gua dari awal sampai ketika menjadi seorang pramugara itu tidak terlepas dari public speaking, lalu ikut Kang Nong, duta wisata, mau kita jadi customer service, mau kita kerja dimana pun public speaking is must,” tuturnya.
Untuk itu, Rizal menyimpulkan di mana pun tempat bekerja, public speaking sangat diperlukan. Terlebih hal itu juga melatarbelakangi Rizal mengambil perkualiahan jurusan Komunikasi untuk mempertajam skill yang dimilikinya. Sehingga dari semua kegiatan itu juga Rizal tidak pernah absen untuk terus mengikuti kegiatan yang berbau dengan public speaking.
“Menginterprestasikan sebagai Rizal Akbar itu aku harus menjadi public speaker yang baik dan benar dan juga berisi dengan experience yang sangat baik. Dua faktor itu akan menjadi satu dan menjadi seorang enterteiner,” katanya.
(Endang Oktaviyanti)