Ia juga mengingatkan bahwa ketika membantu remaja tersebut, orangtua atau orang yang lebih tua harus membangun kepercayaan dan menjelaskan bahwa niat mereka adalah membantu. Upaya tersebut harus dilakukan melalui persuasi dan bukan dengan cara paksaan atau kekerasan.
Peran orang yang lebih tua dalam membantu remaja yang terkena gangguan stres jadi semakin mendesak apabila remaja itu sudah menunjukkan ide, berencana, atau bahkan mencoba mengakhiri hidup.
“Jika dari omongannya menunjukkan rasa putus asa atau ada keinginan mengakhiri hidup, jangan kita anggap itu adalah omongan yang mencari-cari perhatian belaka,” kata Fransiska.
(Dyah Ratna Meta Novia)