SEORANG wanita bernama Alfisa tengah viral di media sosial. Dia diketahui marah terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang membuat anak yang baru dilahirkannya meninggal dunia.
Alhasil hal tersebut mengundang banyak reaksi netizen. Diduga tenaga kesehatan tersebut tidak secara cepat dan tanggap dalam menangani kondisi anaknya.
Alfisa pun membagikan ceritanya lewat beberapa video di akun sosial medianya. Tepat pada 22 April 2023 lalu Alfisa menjalani proses persalinan lebih cepat dari tanggal yang ditentukan, Hari Perkiraan Lahir (HPL) 1 Mei 2023.
“HPL 1 Mei 2023 ternyata lahir 22 April, pas banget hari pertama lebaran idul fitri, yang tadinya lahiran di bidan di rujuk ke rs karena bidannya gak sabar pengen lebaran, gak mau nanganin pasien. Maklum lahiran anak pertama nunggu pembukaan lengkapnya lama,” tulis Alfisa, dikutip dalam akun TikTok miliknya @alfisa_vloger, Rabu (1/11/2023).
Singkat cerita, bayi Alfisa lahir dengan suara tangisan kencang hingga membuatnya menelan ketuban dan tersedak. Menurut pengakuan Alfisa, bidan yang menangani bayinya tersebut tidak secara cepat mengambil tindakan, sehingga ketuban semakin masuk ke dalam tubuh dan paru-paru anaknya.
Alfisa dalam keadaan panik pun merasa sudah sampai satu jam anaknya tidak terdengar lagi suara tangisannya. Bahkan dikabarkan detak jantung sang anak semakin melemah. Akhirnya pada pukul 11 malam bayi Alfisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, karena rumah sakit tempat Alfisa melahirkan tidak ada ruang NICU.
Beruntung, sesampainya disana pada pukul 01.00 dini hari, anak Alfisa kembali terdengar suara tangisannya, sehingga hal itu membuat sang ibu sedikit bernafas lega. Akan tetapi berselang dua jam kemudian dirinya diberi kabar oleh suami kalau ternyata anak Alfisa meninggal dunia di ruang NICU.
Kondisi ini tentu membuat Alfisa kaget dan tidak menyangka atas apa yang terjadi kepada dirinya.
“Tiba-tiba jam tiga pagi dikabarin suami yang ikut nemenin anakku di NICU bahwa anakku udah meninggal, dari sini aku bengong kayak orang gila sampai pagi nunggu anakku biar bisa pulang bareng, pokoknya sebelum anakku di kubur aku harus liat muka anakku dulu dengan jelas,” ucap Alfisa.
Sedih, marah, semua bercampur menjadi satu, yang membuat Alfisa kini mengalami trauma mendalam kepada pihak rumah sakit tempat dia melahirkan. Karena menurutnya tenaga kesehatan yang berada disana saat malam kejadian sama sekali tidak bekerja secara maksimal dalam menghadapi pasien, hingga anaknya berakhir meninggal dunia.