Hayun juga menyampaikan bahwa sulitnya memperoleh permodalan dari perbankan karena adanya sejumlah persyaratan yang sulit dipenuhi oleh pelaku usaha, seperti keharusan adanya agunan dan bermacam urusan administratif yang harus disiapkan, serta informasi yang minim tentang prosedur dan skema kredit yang ada.
“KUR merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong inklusi keuangan agar akses layanan perbankan dengan bunga murah dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,” ungkap Hayun.
KUR yang disalurkan di Kulonprogo hingga Oktober 2023 berjumlah Rp551 miliar dan perbankan penyalur KUR terbanyak adalah BRI.
“Apresiasi kami berikan pada Kegiatan Coaching Clinic KUR ini, harapannya dapat membantu pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan," ungkap Adnan Widodo, Perwakilan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kulonprogo.