Selain itu, obesitas juga dapat terjadi karena didalam minyak jelantah memiliki kandungan kolestrol yang dapat meningkatkan lemak trans. Sehingga dalam tubuh juga akan meningkat yang kemudian menjadi sumbatan atau plak di pembuluh darah, sehingga hal itu juga yang dapat meningkatkan resiko sakit jantung dan stroke.
Meskipun kabarnya para pedagang mungkin mengganti minyaknya dalam kurun waktu dua hari sekali, akan tetapi hal itu tidak menjamin kalau minyak tersebut masih layak untuk dipakai.
Karena walaupun alasan para pedagang ingin membuat cita rasa pada makanannya tersebut menjadi crispy, ada cara lain yang dapat dilakukan selain harus menggunakan minyak itu terus menerus hingga berubah warna.
“Nah tapi ada tuh chef yang stitch juga video ini katanya itu tuh sebenarnya juga minyaknya udah gak layak pakai, dan menurut chef itu sebenarnya kalau mau buat makanan crispy dia itu ada cara tertentu supaya minyaknya gak jadi kayak gini,” ucap dr Nadia.
(Leonardus Selwyn)