BACA JUGA:
"Desa atau kampung ini sangat unik sehingga mendapat julukan Kampung Patin karena keberhasilan warganya dalam membudidayakan ikan patin. Desa wisata ini juga memiliki produk olahan ikan patin yang paling terkenal yaitu ikan Salai Patin," ujar Syaifullah.
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Sarkawi, mengatakan diperlukan sinergi dan kolaborasi bersama dari berbagai pihak untuk mengembangkan dan membangun desa wisata sebagai suatu ekosistem yang tangguh dan mandiri.
"Kegiatan pembangunan kepariwisataan sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang ada dan terkait. Masing-masing pemangku kepentingan tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun harus saling bersinergi dan melangkah bersama-sama untuk mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan," ujar Sarkawi.
(Salman Mardira)