SEBUAH insiden terjadi di wahana wisata jembatan kaca The Geong di Banyumas, Jawa Tengah. Jembatan kaca itu pecah sehingga mengakibatkan empat wisatawan terjatuh, dan satu orang di antaranya meninggal dunia serta lainnya luka-luka.
Wahana jembatan kaca 'The Geong' tersebut lokasinya persis di kawasan wisata Hutan Pinus Limpakuwus (HPL), Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Ketua Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus, Eko Purnomo mengatakan wahana jembatan kaca 'The Geong' bukan bagian dari pengelolaan HPL.
Menurut dia, wahana jembatan kaca itu berada di lahan milik Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikelola Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, bukan di lahan milik Perum Perhutani yang saat ini dimanfaatkan untuk kawasan wisata Hutan Pinus Limpakuwus.
(Foto: ANTARA/Sumarwoto)
"Pengelola 'The Geong' bekerja sama dengan kami hanya dalam hal parkir. Pengunjung membayar parkir di depan, kami yang menampung," ujar Eko mengutip ANTARA.
Ia mengakui pihaknya banyak menemukan komplain di media sosial yang menyoroti masalah konstruksi dan pengamanan wahana jembatan kaca tersebut.
"Kami menemukan komplain melalui komentar di media sosial yang melebihi batas toleransi. Angkanya hampir 5 persen dari angka kunjungan," tuturnya.
Sementara, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, para pengunjung yang sedang menggunakan wahana jembatan kaca tersebut merupakan rombongan wisatawan dari Cilacap sebanyak 11 orang.