Dengan tersebarnya antropometri di setiap Posyandu di Kupang, berkontribusi pada penurunan angka stunting di NTT. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Februari 2023, stunting di NTT tinggal 15,7 persen atau 67.518 Balita, terjadi penurunan signifikan dibanding 2018 yang mencapai 35,4 persen atau 81.434 penderita.
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin mendistribusikan antropometri ke seluruh Posyandu dan USG ke seluruh Puskesmas untuk mengatasi stunting. Untuk bisa cek stunting dibutuhkan timbangan khusus yang namanya set antropometri.
Sebelumnya alat tersebut hanya disediakan di level Puskesmas, padahal yang membutuhkan adalah Posyandu yang jumlahnya 300 ribuan. Kemenkes dalam dua tahun ini membagikan 300 ribuan timbangan antropometri ke seluruh Posyandu di Indonesia.
Tak hanya itu, stunting sangat bergantung pada kondisi ibu saat hamil. Menkes Budi menambahkan, untuk mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan diperlukan USG.
Sebelumnya, hanya ada dua ribu USG dari 10 ribu Puskesmas. Dalam dua tahun terakhir, Kemenkes mendistribusikan 10 ribu USG ke seluruh Puskesmas.
(Leonardus Selwyn)