Keberadaan mereka awalnya tidak diterima oleh suku-suku lain yang mendiami pedalaman itu sebelumnya. Sehingga, konflik dengan suku-suku lama itu tak terhindarkan. Lantaran kalah jumlah dan persenjataan yang terbatas, akhirnya Suku Lingon terdesak.
Alhasil mereka memilih melarikan diri ke pedalaman untuk menghindari serangan lanjutan dari suku-suku lain.
Uniknya, setelah ratusan tahun menetap di wilayah pedalaman, kebudayaan mereka yang asalnya dari Eropa ini perlahan tapi pasti memudar dan berubah 180 derajat. Mereka pun terpaksa beradaptasi dengan budaya lokal yang terbilang primitif.
(Salman Mardira)