KECANGGIHAN artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin meningkat. Penelitian medis terbaru menemukan bahwa saat ini AI dapat mendeteksi diabetes dalam waktu singkat.
Seperti dilansir dari New York Post pada Selasa (24/10/2023), Klick Labs menemukan bahwa AI saat ini dapat mendeteksi diabetes tipe 2 hanya dengan mendengarkan pasien berbicara selama enam hingga sepuluh detik.
Ketahui Bahaya Suplemen Booster ASI Booster Bergula Tinggi, Bisa Picu Diabetes?Penelitian yang diterbitkan dalam 'Mayo Clinic Proceedings: Digital Health' itu menunjukkan tingkat akurasinya pun cukup tinggi, yakni mencapai 89 persen untuk diagnosis pada wanita dan 86 persen untuk diagnosis pada pria.
"Penelitian kami menyoroti variasi vokal yang signifikan antara individu dengan dan tanpa diabetes tipe 2 dan dapat mengubah cara komunitas medis melakukan skrining diabetes,” kata penulis pertama Jaycee Kaufman.
“Metode deteksi yang ada saat ini memerlukan banyak waktu, perjalanan, dan biaya. Teknologi suara berpotensi menghilangkan hambatan-hambatan ini sepenuhnya,” tuturnya.
Untuk diketahui, penelitian ini melibatkan lebih dari 250 orang baik yang menderita atau tidak menderita diabetes tipe 2. AI kemudian mencatat frasa di ponsel cerdas mereka enam kali sehari selama dua minggu.
Lebih dari 18.000 rekaman dianalisis untuk lebih dari 14 fitur akustik berbeda, yang berbeda antara penderita diabetes dan non-penderita diabetes. Peserta juga memberikan data kesehatan dasar seperti usia, tinggi badan, dan berat badan.
Teknologi pemrosesan sinyal mampu menangkap nada-nada vokal tertentu yang tidak terdengar oleh telinga manusia. Suara-suara tersembunyi ini memberikan petunjuk yang diperlukan, menurut Kaufman.