Kental Mitos Pesugihan, Begini Asal-usul Pesarean Gunung Kawi yang Bernuansa Tionghoa

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2023 12:02 WIB
Pesarean Gunung Kawi yang kental mitos pesugihan (Foto: MPI/Avirista Midaada)
Share :

Ia menjelaskan, bila kompleks pesarean ini merupakan makam satu tokoh asal Keraton Yogyakarta bernama Eyang Jugo atau yang bernama asli Kiai Zakaria. Ia berasal dari daerah Kesamben, Kabupaten Blitar, yang berlokasi tak jauh dari kawasan Gunung Kawi.

"Eyang jugo ini awalnya Kyai Zakaria namanya, dari Desa Kesamben Blitar, makanya Mbah Jugo mbabad alas di sana. Beliau meninggal berwasiat dimakamkan di sini di lereng Gunung Kawi," ujarnya.

Sosok Eyang Jugo dikenal konon memiliki hubungan keluarga dengan Pangeran Diponegoro. Kendati hal ini belum bisa dibuktikan kebenarannya, tetapi masyarakat sekitar meyakini Kiai Zakaria merupakan cucu dari Pangeran Diponegoro, atau mereka menyebutnya Eyang Diponegoro.

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

"Aslinya Keraton Jogja. Eyang Jugonya, Kiai Zakaria cucunya Eyang Diponegoro. Dimakamkan di sini, digotong dari Kesamben ke sini, di relief pintu masuk itu digambarkan perjalanannya," tuturnya.

Sebagai tokoh penyebar agama Islam kata Munir, Eyang Jugo konon memiliki anak angkat bernama Raden Juned. Sosoknya merupakan pria keturunan Tionghoa, yang akhirnya berhasil diajak masuk Islam oleh Eyang Jugo. Ketaatannya kepada Eyang Jugo membuat Imam Sujono diangkat menjadi anak angkat, dan mengganti namanya dengan Raden Mas Imam Sujono.

"Eyang Sujono ini anak angkat, anak keturunan Tionghoa masuk Islam kemudian namanya Imam Sujono, muridnya Mbak Eyang Joko tidak ada hubungan kekeluargaan. Anak angkat tidak punya saudara tidak punya anak," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya