Menurut Imah, pelanggan dan masyarakat membeli Dhun Adhun tidak hanya untuk sarapan, tapi juga untuk memberi makan balitanya.
Sementara Kustantinah (48) warga Kelurahan Rongtengah mengaku sudah lama menjadi pelanggan Imah. Setiap pagi ia rutin membeli 5 bungkus Dhun Adhun untuk sarapan keluarga.
“Rasa dan racikan Dhun Adhun dari Imah sangat pas dengan selera, sehari saja tidak makan Dhun Adhun rasanya kangen banget,” ujar Kustantinah beberapa waktu lalu.
Di Kabupaten Sampang, penjual Dhun Adhun mempunyai komposisi bahan yang berbeda-beda, ada yang menggunakan labu kuning atau pepaya muda dan ada pula yang tidak menggunakan sayuran.
Apalagi setelah lebaran, Dhun Adhun banyak dicari oleh masyarakat, terutama perantau yang sudah merasakan nikmatnya Dhun Adhun.
(Rizka Diputra)