METODE memasak dengan air fryer tengah digandrungi masyarakat. Mereka menganggap masak dengan air fryer lebih sehat karena tidak menggunakan minyak goreng.
Metode memasak ini banyak dilakukan tak hanya orang tua, tapi juga anak muda. Khususnya bagi mereka yang tengah menjalani program diet. Namun ternyata metode memasak dengan air fryer tidak selamanya bagus lho. Bahkan menurut ahli bisa menyebabkan kanker.
Hal itu disampaikan oleh Dokter Kecantikan dr. Findrilia Sanvira, M.Biomed (AMM) menjelaskan ada dua komponen karsinogenik atau zat yang berpotensi penyebab kanker, yang dihasilkan dari air fryer, yaitu acrylamide dan polycyclic aromatic hydrocarbon.
“acrylamic adalah bahan karsinogenik yang terbentuk pada makanan ketika diproses dengan suhu tinggi, seperti digoreng, dibakar atau dipanggang,” ujarnya seperti dikutip dari akun TikTok @dr.findriliasanvira, Senin (16/10/2023).
Dokter Findrilia mengakui memasak menggunakan air fryer membutuhkan minyak lebih sedikit sehingga membutuhkan waktu lebih lama di penggorengan, jadi acrylamide nya lebih banyak.
“akrilamik banyak ditemukan pada makanan yang mengandung pati seperti kentang, dan tepung-tepungnya,” tuturnya.
Sementara itu, ada polycyclic aromatic hydrocarbon yang berhubungan dengan kanker paru-paru. Lantas masih boleh kan masak dengan air fryer? Dokter Findrilia mengatakan boleh asal tidak dengan suhu terlalu tinggi terlalu lama dan sampai gosong.
“Tahu gak, metode olahan makanan yang tidak menimbulkan karsinogenik? Disteaming,” katanya.
(Leonardus Selwyn)