5 Tanda Remaja Mengalami Depresi, Orangtua Wajib Paham

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Jum'at 13 Oktober 2023 18:09 WIB
Mengalami depresi. (Foto: Her view)
Share :

AKSI bunuh diri seorang gadis berusia 20 tahun, NJW di Mal Paragon Semarang masih menyisakan duka mendalam. NJW mengakhiri hidupnya diduga lantaran masalah depresi  yang ia alami.

Hal itu terungkap dari surat terkahir yang ia tulis untuk sang ibunda sebelum NJW memutuskan bunuh diri. Dalam surat itu, ia mengaku sudah tak kuat lagi menjalani kehidupannya dan memutuskan lompat dari ketinggian 20 meter.

Fenomena bunuh diri yang dilakukan para remaja bukan hal yang baru. Kejadian ini seolah mengingatkan publik tentang betapa pentingnya kesehatan mental untuk mereka demi menanggulangi tindakan berbahaya yang tidak diinginkan.

Karena itu, peran orangtua pada kesehatan mental anak remaja sangat lah penting. Terlebih lagi, usia remaja merupakan usia yang belum matang dan rentan akan hal-hal yang sensitif pada mental mereka.

Orangtua pun perlu mengetahuinya dari gerak-gerik dan tanda yang perlu diwaspadai bila anak mulai mengalami rasa depresi. Tanda apa saja yang perlu diwaspadai oleh orangtua?

 

 BACA JUGA:

1. Mudah Marah

Pertama ialah mudah marah. Ini bisa diwaspadai sebagai tanda anak tengah mengalami depresi. Dilansir Mayo Clinic, Dr. Marcie Billings, seorang dokter anak mengatakan ada perbedaan antara remaja dengan orang dewasa saat mereka mengalami depresi.

"Gejala orang dewasa yang khas mungkin termasuk suasana hati depresi klasik, namun pada anak atau remaja, Anda mungkin melihat lebih banyak lekas marah, peningkatan rewel, atau perilaku isolatif," ungkapnya.

2. Kenaikan Berat Badan

Selanjutnya ialah kelebihan berat badan. Dr. Marcie mengatakan, salah satu perbedaan antara tanda depresi orang dewasa dan remaja ialah di berat badan mereka.

Orang dewasa yang depresi biasanya kehilangan berat badan dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Namun, dengan anak-anak, mereka justru cenderung mengalami kenaikan berat badan.

"Anda mungkin melihat bahwa mereka tidak menambah berat badan dengan tepat, atau mereka mungkin mendapatkan kelebihan berat badan." kata Dr. Marcie.

 BACA JUGA:

3. Kehilangan Minat dan Hobi

Seorang remaja yang depresi mungkin kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disukai. Normal bagi anak muda untuk ingin mencoba hal-hal baru dan, kadang-kadang, meninggalkan kegiatan dan olahraga lama.

Namun, jika anak remaja Anda tidak mengambil kegiatan baru untuk menggantikan kegiatan yang tidak lagi mereka minati, ini bisa menjadi tanda depresi remaja.

4. Menggunakan Obat-obatan dan Alkohol

Tanda selanjutnya yang perlu diwaspadai ialah ketika anak mulai mendekati obat-batan hingga alhokol. Dilansir Paradigm Treatment, remaja akan mencoba mengobati sendiri perasaan buruk mereka dengan beralih ke zat, dan penggunaannya dapat dengan cepat berubah menjadi penyalahgunaan.

Ini dapat memperburuk depresi, karena dapat membuat remaja merasa bersalah dan kewalahan, bahkan bisa mengancam kesehatan fisiknya.

5. Nilai Akademis Menurun

Satu lagi tanda remaja mengalami depresi dan perlu diwaspadai orangtua ialah penurunan nilai akademis. Penurunan yang signifikan bisa menjadi tahap perkembangan lain atau tanda bahwa sesuatu yang serius sedang terjadi.

Dalam beberapa kasus, itu bisa berupa depresi atau penyakit mental lainnya. Salah satu alasan mengapa depresi dapat menyebabkan nilai buruk adalah bahwa hal itu cenderung menghancurkan motivasi seseorang termasuk belajar.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya