AKSI bunuh diri seorang gadis berusia 20 tahun, NJW di Mal Paragon Semarang masih menyisakan duka mendalam. NJW mengakhiri hidupnya diduga lantaran masalah depresi yang ia alami.
Hal itu terungkap dari surat terkahir yang ia tulis untuk sang ibunda sebelum NJW memutuskan bunuh diri. Dalam surat itu, ia mengaku sudah tak kuat lagi menjalani kehidupannya dan memutuskan lompat dari ketinggian 20 meter.
Fenomena bunuh diri yang dilakukan para remaja bukan hal yang baru. Kejadian ini seolah mengingatkan publik tentang betapa pentingnya kesehatan mental untuk mereka demi menanggulangi tindakan berbahaya yang tidak diinginkan.
Karena itu, peran orangtua pada kesehatan mental anak remaja sangat lah penting. Terlebih lagi, usia remaja merupakan usia yang belum matang dan rentan akan hal-hal yang sensitif pada mental mereka.
Orangtua pun perlu mengetahuinya dari gerak-gerik dan tanda yang perlu diwaspadai bila anak mulai mengalami rasa depresi. Tanda apa saja yang perlu diwaspadai oleh orangtua?
BACA JUGA:
1. Mudah Marah
Pertama ialah mudah marah. Ini bisa diwaspadai sebagai tanda anak tengah mengalami depresi. Dilansir Mayo Clinic, Dr. Marcie Billings, seorang dokter anak mengatakan ada perbedaan antara remaja dengan orang dewasa saat mereka mengalami depresi.
"Gejala orang dewasa yang khas mungkin termasuk suasana hati depresi klasik, namun pada anak atau remaja, Anda mungkin melihat lebih banyak lekas marah, peningkatan rewel, atau perilaku isolatif," ungkapnya.
2. Kenaikan Berat Badan
Selanjutnya ialah kelebihan berat badan. Dr. Marcie mengatakan, salah satu perbedaan antara tanda depresi orang dewasa dan remaja ialah di berat badan mereka.
Orang dewasa yang depresi biasanya kehilangan berat badan dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Namun, dengan anak-anak, mereka justru cenderung mengalami kenaikan berat badan.
"Anda mungkin melihat bahwa mereka tidak menambah berat badan dengan tepat, atau mereka mungkin mendapatkan kelebihan berat badan." kata Dr. Marcie.
BACA JUGA:
3. Kehilangan Minat dan Hobi
Seorang remaja yang depresi mungkin kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disukai. Normal bagi anak muda untuk ingin mencoba hal-hal baru dan, kadang-kadang, meninggalkan kegiatan dan olahraga lama.
Namun, jika anak remaja Anda tidak mengambil kegiatan baru untuk menggantikan kegiatan yang tidak lagi mereka minati, ini bisa menjadi tanda depresi remaja.