TUBERKULOSIS atau TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.
Seseorang yang mengalami tuberkulosis harus menjalani pengobatan rutin berbulan-bulan agar tetap sehat. Pengobatan tersebut tidak boleh berhenti sampai waktu yang ditentukan hingga pasien dinyatakan sembuh total.
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mendapat curhat dari seorang pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari TB dan gejalanya sudah tidak ada, namun orang tersebut mengalami pegal di bagian dada setelah menguap.
Lantas adakah hubungan antara dada pegal dan tuberkulosis?
BACA JUGA:
Dokter Erlina mengatakan hal itu bisa jadi merupakan gejala sisa dari kerusakan paru yang mengakibatkan masih adanya atau terjadi pengerasan.
"Bisa jadi di sekitar diafragma atau bagian bawah paru-paru. Sehingga pada saat menarik napas panjang atau menguap, akan ada tarikan-tarikan yang membuat dada bagian bawah terasa tidak nyaman," tulis dr Erlina dalam cuitannya di Twitter atau X @erlinaburhan.
Dokter Erlina menambahkan hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena kejadian tersebut tidak terjadi terus menerus.
"Dengan berjalannya waktu biasanya berkurang dan bahkan ada yang tubuhnya menyesuaikan sehingga tidak ada lagi keluhan demikian," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)