Sejumlah tes dilakukan untuk memastikan kematian otak benar-benar terjadi, seperti menyorotkan senter ke kedua mata guna melihat apakah keduanya bereaksi terhadap cahaya.
Dilansir NHS, batang otak bertanggung jawab mengatur sebagian besar fungsi otomatis tubuh yang penting bagi kehidupan. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami mati otak secara hukum dipastikan telah meninggal.
Mereka tidak memiliki peluang untuk sembuh karena tubuh mereka tidak dapat bertahan hidup tanpa alat bantu hidup buatan.
(Leonardus Selwyn)