Supaya batik tradisional masih terus dilirik dan diminati masyarakat, jenama ini punya teknik sendiri yaitu menjalin koneksi dengan komunitas. Luar biasanya cara ini berhasil.
Bukan hanya cuan di dompet, tapi 'value' yang didapat lebih dari itu. Ya, komunitas dengan brand menjadi saling terikat dengan begitu batik akan terus lestari di Bumi Pertiwi ini.
Jadi, tidak valid yang bilang kalau batik tradisional kalah dengan batik modern. Jika dibuat dengan hati dan mendapat banyak dukungan, batik tradisional punya pasar tersendiri dan terus menguat akarnya di masyarakat.
"Karena komunitas kami kuat, mereka merasa terlibat dalam mensejahterakan pengrajin. Kultur ini yang membuat Nona Rara Batik dengan batik tradisional dan otentiknya masih eksis sampai sekarang," ujar Pipiet.
(Endang Oktaviyanti)