Selain itu, ada pula pembatik asal Papua, Blandina Onggeh. Ia datang jauh dari Indonesia Timur untur memperkenalkan motif Batik yang masih jarang diketahui masyarakat nusantara.
(Foto: MPI/ Annastasya)
“Motif yang kami gunakan adalah flora dan fauna, terlebih lagi motif dari daerah Sentani,” ungkap Blandina.
Sementara itu, Hari Batik Nasional ini pun juga diwarnai dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba karya tulis ilmiah Batik, pameran Batik dari seluruh provinsi hingga penjualan Batik terbaik hasil karya peserta.
Selain itu, ragam acara seperti Pemecahan Rekor Muri Membatik juga turut disampaikan di Hati Batik Nasional 2023 ini yang sudah digelar pada Minggu (1/10/2023) kemarin. Turut hadir 125 pengrajin Batik dari seluruh Indonesia yang telah berhasil memecahkan rekor dengan membatik secara serentak dengan motif terbanyak.
Tak ketinggakalan, ada pula edukasi tentang Batik untuk para pelajar, dan juga bersama-sama mengeksplorasi Museum Batik Indonesia serta kegiatan membatik bersama.
(Rizky Pradita Ananda)