“Adanya Istana Berbatik diharapkan menjadi bukti keperpihakan pemerintah pada perajin batik terutama UMKM ekonomi kreatif (ekraf). Event itu juga sebagai ajang promosi ke dunia untuk meningkatkan konsumsi batik baik di dalam maupun luar negeri,” imbuh Angela.
Acara ini juga jadi momen penting untuk semakin meneguhkan batik sebagai warisan budaya asal Indonesia, yang sebelumnya telah ditetapkan oleh UNESCO — batik sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage).
Wamenparekraf juga menambahkan acara ini dirancang dengan pesan bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu, bahkan terus relevan dari masa ke masa dengan dukungan masyarakat Indonesia yang gemar memakainya bahkan mempromosikannya ke pasar Internasional.
(Dyah Ratna Meta Novia)