POLUSI udara yang terjadi saat ini masih menjadi permasalahan masyarakat. Berbagai dampak kesehatan mulai terasa ketika masyarakat terpapar oleh polusi tersebut.
Menariknya, polusi udara ternyata tidak hanya terjadi diluar ruangan, tetapi didalam ruangan polusi itu juga dapat terjadi akibat beberapa faktor seperti asap rokok, produk rumah tangga, kompor batu bara, gas beracun, bulu hewan peliharaan, dan jamur.
Namun, siapa yang tidak menyangka ternyata polusi luar ruangan juga dapat masuk kedalam ruangan, sehingga menambah polusi dalam ruangan yang ada, dan menyebabkan dampak kesehatan yang semakin buruk.
“Polutan luar ruangan itu bisa masuk ke dalam rumah. Jadi kalau tadi produk-produk dalam rumah itu mulai dari debu-debu, bahan organik, gas, kemudian organik kompon, kemudian mikroorganisme itu dari luar gas-gas, partikel masuk,” kata Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) selaku Dokter Spesialis Paru, dikutip dalam Webinar PDPI, beberapa waktu lalu.
Didukung dengan beberapa riset yang dilakukan di Jakarta, menurut dr Agus kualitas luar ruangan dan dalam ruangan tidak jauh berbeda. Artinya, apabila kualitas udara diluar ruangan sedang dalam keadaan kurang baik, maka tidak menutup kemungkinan kualitas udara didalam ruangan juga mempunyai hasil yang sama.
Hal ini tentu membutuhkan perhatian. Karena dampak polusi udara terhadap kesehatan baik luar ruangan ataupun dalam ruangan itu tidak jauh berbeda. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia memiliki risiko yang sama.