Pemerintah Kepulauan Marshall membuat Rencana Adaptasi Iklim pada tahun 2020 yang membahas skenario adaptasi potensial dan bahkan kesejahteraan sosial seperti dampak kesehatan mental akibat perubahan iklim dan warisan budaya yang berisiko hilang.
4. Terdapat peninggalan nuklir AS
Sekitar tahun 1946 dan 1958, AS menggunakan 4 pulau kecil di Kepulauan Marshall sebagai tempat uji coba nuklir, dengan meledakkan bom yang kekuatannya serupa 7.000 bom Hiroshima.
AS melakukan peledakan ini bertujuan untuk meyakinkan penduduk Marshall agar mau meninggalkan rumah mereka, hingga para petinggi Angkatan Laut AS mengatakan bahwa uji coba ini demi kebaikan penduduk setempat.
Bom atom, termasuk ledakan bom hidrogen pertama di dunia yang menyebabkan kerusakan pada kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta mengakibatkan mengalami luka bakar pada kulit dan gangguan kesehatan lainnya yang cukup parah.
Karena itu, penduduk Marshall memperingati Hari Peringatan Korban Nuklir pada tanggal 1 Maret untuk menghormati mereka yang terkena dampak bom.
5. Perbedaan waktu
Untuk mengunjungi Kepulauan Marshall dari Amerika Serikat cukup sulit untuk dijangkau, karena jaraknya yang cukup jauh.
Cukup sulit untuk bepergian ke Kepulauan Marshall dari Amerika Serikat, khususnya dari Honolulu. Bayangkan seperti ini: Kepulauan Marshall berjarak 2.285 mil atau 3.6774 km di sebelah barat Honolulu.
Sehingga, jarak tersebut cukup jauh seperti dari Honolulu menuju San Francisco. Dalam perbedaan waktu ini, San Francisco lebih cepat 3 jam dibandingkan Honolulu, dan 2 jam lebih cepat dari Honolulu.
(Rizka Diputra)