DAMPAK polusi udara bukan hanya mengancam orang dewasa, namun juga sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan bahwa pada 2019, terdapat 28,14 kematian per 100,000 populasi anak di Indonesia.
Kasus ini berhubungan dengan paparan polutan udara, menjadikannya sebagai faktor risiko ketiga terbesar untuk mortalitas dan morbiditas pada anak di bawah lima tahun.
Salah satu peneliti dalam studi 'The Notorious Triumvirate in Pediatric Health: Air Pollution, Respiratory Allergy, and Infection', Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengatakan sebanyak 68 persen penyakit alergi pada usia dewasa sudah dapat diprediksi sejak masa balita.
"Kondisi ini karena rekam genetik sulit diperbaiki. Meskipun demikian, anak-anak belum memiliki pertahanan terhadap polusi udara. Sehingga peran orangtua sangat penting dalam melindungi mereka," tulis dr. Ray, dalam siaran pers yang diterima Okezone.com, Sabtu (16/9/2023).
Gangguan keseimbangan mikrobiota usus pada anak bisa memicu respons sistem kekebalan yang menyebabkan alergi, terutama akibat polusi udara. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan intervensi untuk menjaga kesehatan anak di tengah polusi.
Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan seperti memberikan makanan bernutrisi yang mengandung probiotik dan prebiotik untuk kesehatan pencernaan anak. Cara ini dapat mendukung daya tahan tubuh anak.
"Probiotik dan prebiotik merupakan salah satu asupan makanan yang dapat menunjang perkembangan dan keseimbangan mikrobiota untuk meningkatkan kesehatan tubuh," tuturnya.