HARI Pencegahan Bunuh Diri Internasional diperingati setiap tanggal 10 September. Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional masih diperingati sebab angka bunuh diri di dunia masih tinggi, seperti di negara Jepang, Korea, dan lainnya.
Menurut WHO, bunuh diri terjadi di suatu tempat di dunia setiap 40 detik. Sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahun karena bunuh diri. Oleh karena itu kita harus bersama-sama mencegah orang untuk melakukan tindakan bunuh diri
Nah, sejatinya kebanyakan orang yang mau bunuh diri sudah menunjukkan gejala mau bunuh diri. Setiap orang dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sebagai teman, kerabat, saudara wajib lebih peka terhadap gejala bunuh diri.
Diikutip dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, berikut ini sejumlah gejala bunuh diri yang wajib diketahui.
1. Membicarakan keinginan bunuh diri
Seseorang berkata tentang:
Keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup
Membicarakan kematian; ingin pergi jauh/selama-lamanya
Merasa tidak ada harapan; putus asa
Tidak ada alasan untuk hidup
Merasa menjadi beban bagi orang lain
Merasa terjebak
Merasa tidak kuat menahan sakit
BACA JUGA:
2. Membenci dan menghujat diri sendiri
Perhatikan jika seseorang terus-menerus mengeluarkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti:
Malu
Merasa bersalah
Hancur, rusak, atau ternoda
Tidak berguna
Kesepian atau sendirian
Menjadi beban bagi orang lain
Orang-orang yang merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri
3. Mencari cara mematikan untuk bunuh diri
Perhatikan jika seseorang tampak merencanakan untuk bunuh diri atau mencari cara yang mematikan untuk bunuh diri, seperti:
Mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, atau racun mematikan.
Mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.
Mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan, terutama di internet
4. Mengatur segala hal untuk ditinggalkan
Perhatikan jika seseorang:
Menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat, atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat.
Menjual atau memberikan benda-benda kesayangan, koleksian, atau yang berharga kepada orang lain.
Mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti mati, dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.