KOLESTEROL merupakan jenis lemak yang berguna bagi tubuh. Akan tetapi jika kadar di dalam tubuh terlalu tinggi, maka kolesterol akan menumpuk di pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah dan berakibat menjadi penyakit yang mengancam tubuh.
Serat dan lemak sehat jantung dari makanan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan dan ikan dapat membantu level kolesterol dalam kisaran yang sehat. Secara khusus, asupan serat yang cukup dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 10 persen.
Dilansir dari laman Health Line, Sabtu (9/9/2023) jika Anda memiliki kolesterol tinggi, American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak jenuh dari makanan seperti daging dan produk susu hingga tidak lebih dari 5–6 persen kalori harian.
Jumlah ini setara dengan 11–13 gram untuk seseorang yang makan 2.000 kalori per harinya. Sementara itu nasi adalah salah satu sumber kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh manusia, karena akan membantu menambah energi.
Akan tetapi ada anggapan, bahwa penderita kolesterol tinggi sebaiknya menghindari nasi. Benarkah? Nasi putih sendiri merupakan karbohidrat jenis refined grain (serealia giling), yakni jenis karbohidrat yang sudah mengalami serangkaian proses yang panjang.
Sehingga kandungan seratnya menjadi rendah, kemudian berakibat nasi putih hanya membutuhkan waktu sebentar untuk dapat diserap oleh tubuh. Setelah mengonsumsi nasi putih dalam waktu cepat, tubuh akan mengolahnya, setelah itu berubah menjadi gula di dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk diubah menjadi sumber energi dalam beraktivitas.
Namun jika tidak semua gula di darah terpakai untuk menjadi sumber energi, maka sebagian gula yang tersisa di dalam darah akan diubah menjadi trigliserida, yakni salah satu komponen lemak di dalam darah.