Pada Usia Berapa Skrining Demensia Penting bagi Lansia? Begini Penjelasannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 09 September 2023 03:00 WIB
Kapan skrining demensia dilakukan untuk lansia. (Foto: Freepik.com)
Share :

BERDASARKAN data Alzheimer's Indonesia (ALZI), sebanyak 1,2 juta lansia Indonesia terdiagnosis demensia. Kasusnya akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Diprediksi pada 2030 orang dengan demensia (ODD) di Indonesia di angka dua juta, dan pada 2050 jumlahnya bakal meningkat menjadi empat juta.

Demensia jangan disepelekan. Ini bukan sekadar pikun atau penyakit orang tua, tapi dapat menjadi masalah yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

"Menurut data global, penyakit demensia ada di urutan nomor 7 di dunia yang paling berbahaya, selain kanker dan penyakit jantung," kata Executive Director of Alzheimer's Indonesia (ALZI) Michael Dirk Roelof Maitimoe saat ditemui MNC Portal di sesi Pelatihan Tatalaksana Diagnosis Demensia di Kampus FKIK UNIKA Atma Jaya Pluit, Jakarta Utara, Kamis 8 September 2023.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan angka kasus demensia adalah dengan skrining sedini mungkin bagi para lansia. Menjadi pertanyaan sekarang, kapan waktu yang tepat untuk melakukan skrining demensia pada lansia?

Dijelaskan Psikiater Konsultan Geriatri dr Yulia Fatima Bessing, Sp.KJ (K), waktu terbaik untuk mulai skrining demensia adalah di usia 60 tahun.

"Saat seseorang sudah memasuki usia 60 tahun, maka dia disarankan untuk skrining demensia," kata dr Yulia.

"Mau lansia itu merasa sehat-sehat saja atau tidak mengalami pikun, skrining demensia tetap direkomendasikan untuk melihat kemungkinan di pasien," tuturnya.

Skrining demensia juga disarankan bagi mereka yang punya riwayat orangtua demensia. Jika ada riwayat seperti ini, di usia 40 tahun sudah bisa mulai skrining demensia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya