PROFESOR Jong-Keon Oh dari Korea University Guro Hospital mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara seperti di Eropa dan Amerika, Indonesia memiliki penggunaan pengganti tulang dengan protein morfogenetik tulang-2 (rhBMP-2) yang relatif rendah untuk perawatan cacat dan trauma tulang. Padahal rhBMP-2 dengan carrier HA bermanfaat dalam mengobati trauma ortopedi, mulai dari cacat tulang hingga patah tulang yang rumit.
Oleh karena itu pengetahuan tenaga medis dan profesional perlu ditingkatkan soal cangkok dan pengganti tulang. Apalagi, penggunaan pengganti tulang, novosis sarat dengan rhBMP-2. Ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata untuk mengobati pasien dengan penyakit tulang.
Profesor Ismail Hadisoebroto Dilogo dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan, untuk fusi tulang, sebuah konsep yang dinamakan dengan ‘diamond concept’ membutuhkan sejumlah elemen penting seperti sel, faktor pertumbuhan, scaffolding, dan fiksasi mekanis. Pengganti tulang ini memiliki scaffolding dan faktor pertumbuhan.
BACA JUGA:
“rhBMP-2, faktor pertumbuhan tulang paling ampuh yang saat ini ada, dapat mempercepat proses pemulihan saat digunakan dalam bedah patah tulang panggul dan non-union,” ujar Profesor Ismail.
"Bahan ini lebih efisien dan stabil untuk regenerasi tulang dibandingkan dengan pengganti tulang berbasis spons kolagen yang marak digunakan," kata Profesor Ismail.
“Ini menggunakan carrier hidroksoapatit yang mengeluarkan protein morfogenetik, mengurangi risiko formasi tulang berlebihan secara signifikan, membuat penggunaannya jauh lebih stabil,” tambah Profesor Jong-Keon dalam seminar CGBio, Meet The Master.
(Dyah Ratna Meta Novia)