6 Aktivitas Wisata Menarik di Nusa Tenggara Timur, Yuk Healing Sejenak dari Polusi Jakarta!

Antara, Jurnalis
Jum'at 01 September 2023 10:30 WIB
Pesona alam Labuan Bajo, NTT (Foto: IG/@labuanbajo_trip)
Share :

KEINDAHAN alam Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah tak terbantahkan. Selain menyajikan pemandangan alam yang sempurna, di NTT ini juga terdapat destinasi sejarah Indonesia.

Pada bulan September hingga pertengahan November disebut sebagai waktu terbaik untuk berwisata bahari di Flores seperti diving dan snorkeling karena di waktu tersebut ombak di lautan Labuan Bajo umumnya cukup landai.

Nah, berikut rekomendasi aktivitas wisata menarik di NTT yang dapat dikunjungi saat liburan nanti, seperti dikutip dari ANTARA;

1. Pengalaman wisata religius 'Vatikan-nya Indonesia' di Larantuka

Menikmati wisata alam dengan jalan mulus yang menyisir bibir pantai sekaligus wisata religius di Larantuka, yang dikenal sebagai 'Vatikan-nya Indonesia'.

Dahulu, Larantuka adalah satu-satunya kerajaan Katolik di Indonesia dan dikenal dengan kota 1.000 kapel, mulai dari Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, Katedral Bukit Fatima, dan Katedral Reinha Rosari.

Tradisi Pekan Suci bernama Semana Santa menjadi ikon tersendiri dari Larantuka. Tradisi tersebut merupakan perayaan Semana Santa yang akhirnya di tahun 2023 dapat dilaksanakan serta dibuka untuk umum.

Kapela Tuan Ma (Foto: iqbalkautsar.com)

Hal tersebut dilakukan setelah Keuskupan Larantuka mengumumkan bahwa prosesi Paskah tersebut terbuka untuk seluruh peziarah tanpa membedakan suku, agama, ras dan budaya.

Sementara itu, berkunjung ke Flores Timur tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi Desa Wisata Lewokluok. Di sini, pengunjung dapat melihat sanggar tenun Linolina dengan rumah tenunnya masing-masing yang tersebar di setiap RT dalam desa.

Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi makanan khas yang berasal dari pangan lokal, seperti ubi, pisang, biji asam dan lain-lain yang diolah menjadi camilan.

2. Berburu tenun ikat autentik Flores langsung dari tangan penenun di Maumere

Selain menjadi bagian dari mata pencaharian para perempuan di Maumere, tenun juga menjadi bagian dari pakaian yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat di Maumere. Desa Sikka menjadi salah satu sentra penghasil tenun di Maumere.

Tenun ikat khas NTT (Foto: MPI/Dimas)

Tenun ikat sendiri memiliki keunikan karena seluruh pengrajinnya menggunakan bahan pewarna alami untuk memproduksi kain-kain tenun mereka. Bahkan, tenun ikat dari Desa Watublapi, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) milik Kelompok Tenun Watubo menjadi salah satu karya yang paling diminati para delegasi Pertemuan IMF - World Bank 2018 di Bali saat itu.

Selain Desa Sikka dan Desa Watublopi, pengunjung juga dapat pergi ke lokasi pelestarian budaya tenun ikat khas NTT di Rumah Tenun Lepo Lorun. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan pemberdayaan para perempuan Flores untuk memberikan edukasi dalam membuat tenun ikat khas daerah Flores.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya