Kendati demikian, Timotius menekankan, terpenting bagi seorang Tour Leader yakni memberikan pelayanan yang baik kepada peziarah. Maka dari itu, jiwa melayani harus melekat didalam diri seseorang.
Lantaran ketika memberi pelayanan, hal selalu ditanamkan yaitu memupuk rasa kekeluargaan dengan setiap peziarah, berkunjung ke Tanah Perjanjian.
"Persiapan pasti hati, karena ziarah ke Holyland hati dulu. Hati untuk melayani tetapi punya konsep, peserta bukan serta merta multi bisnis tetapi mereka adalah keluarga kami, ketika kami menanamkan mereka keluarga," jelas Timotius.
"Perjalanan itu, kami bawa keluarga mulai dari hati maupun dalam pelayanan harus ikhlas, harus senyum itu yang perlu diperhatikan," pungkasnya.
(Salman Mardira)