Penyemprotan Air Redakan atau Malah Memperburuk Polusi Udara? Begini Penjelasan Pakar

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Rabu 30 Agustus 2023 23:30 WIB
seberapa efektif water canon untuk atasi polusi udara? (Foto: X: @erlinaburhan)
Share :

PEMKOT DKI Jakarta terus berupaya untuk meminimalisir polusi udara yang masih belum membaik. Salah satu upaya yang dilakukan dengan cara penyemprotan air.

Akan tetapi, upaya penyemprotan air tengah menuai pro dan kontra dari beberapa pihak. Sebab ada yang mengatakan bahwa tindakan tersebut hanya akan menambah beban polusi PM 2.5. Selain itu ada juga yang berpendapat cara tersebut adalah upaya menurunkan kadar polusi.

Akibatnya beberapa penelitian pun dikeluarkan sebagai perbandingan, dan dari penelitian tersebut menunjukkan hasil yang beragam. Pada penelitian di China pada Juni 2021 dalam jurnal ‘Toxics’, menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama pun memberikan penjelasannya berdasarkan hasil penelitian dalam studi yang diperolehnya.

"Penyemprotan jalan menggunakan air dalam skala besar berkontribusi, bukan mencegah, polusi udara. Kami menemukan bahwa penyemprotan air keran atau air sungai dalam jumlah besar ke jalan menyebabkan peningkatan konsentrasi dan kelembapan PM 2.5. Dan penyemprotan terus menerus setiap hari menghasilkan efek kumulatif pada polusi udara," tulis penelitian tersebut, seperti yang dirangkum Okezone, Rabu (30/8/2023).

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menyemprot jalan dengan air justru meningkatkan, bukan menurunkan, konsentrasi PM 2.5 sehingga merupakan sumber baru aerosol antropogenik dan polusi udara," tulisnya.

Selain itu, Prof Tjandra Yoga Aditama juga membandingkan dampak penyemprotan air berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jurnal ‘Environmental Chemistry Letters Volume’. Penelitian tersebut memberikan pendapat bahwa dengan penyemprotan air yang dilakukan justru akan membuat kadar polusi PM 2.5 menurun.

Terjadinya perbedaan dua pendapat pada penelitian itu, menyebabkan penelitian tersebut harus dilakukan perbandingan lebih lanjut.

Di sisi lain, India juga menerapkan hal yang sama. Pada penelitian yang dilakukan di New Delhi sebagai cara meminimalisir polusi udara saat itu, India melakukan penyemprotan air melalui cerobong besar dengan mengeluarkan semacam kabut atau uap.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya